Iklan

,

Desa Cantik 2026, Strategi Pemkab Lumajang Wujudkan Kebijakan Tepat Sasaran

Jumat, 24 April 2026, 14.33 WIB Last Updated 2026-04-24T07:34:25Z



Kabar Nusantara — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan berbasis data hingga tingkat desa.


Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya akurasi data sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.


“Data yang akurat adalah kunci menghadirkan kebijakan yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Indah saat membuka kegiatan Pencanangan Desa Cantik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Nararya Kirana, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (23/4/2026).


Melalui program tersebut, desa didorong menjadi pusat produksi dan pengelolaan data pembangunan secara mandiri. Peran ini dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi, memetakan persoalan, serta menentukan prioritas pembangunan secara lebih terukur.


Sebagai tahap awal, Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan tiga desa sebagai percontohan, yaitu Desa Sumberwuluh, Desa Gesang, dan Desa Gucialit.


Ketiga desa tersebut diharapkan menjadi model dalam pengelolaan data statistik desa yang valid, mutakhir, dan berkelanjutan.


Penguatan tata kelola data juga diintegrasikan dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna memperoleh gambaran menyeluruh kondisi ekonomi daerah.


Data hasil sensus akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan pengembangan ekonomi yang lebih adaptif dan berbasis fakta.


Komitmen penguatan data tersebut turut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik, serta perangkat daerah terkait.


Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun sistem data terintegrasi dari tingkat desa hingga kabupaten.


Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan melalui pendekatan berbasis data, pembangunan dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan.


Selain itu, setiap kebijakan yang diambil diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata, khususnya di tingkat desa.


Sumber