Iklan

,

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsoed Berikan Edukasi Dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Bagi KWT Tunas Mulia

Kabar Nusantara
Sabtu, 20 September 2025, 11.21 WIB Last Updated 2025-09-20T04:23:13Z



Kabar Nusantara - Edukasi dan pendampingan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masayrakat Universitas Jenderal Soedirman mengenai pembuatan pupuk organik bagi KWT Tunas Mulia. Kegiatan pengabdian ini didukung secara penuh oleh DPPM Kemendiktisaintek dengan diprakarsai oleh Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc. selaku ketua dengan anggota tim yaitu Fitri Amalinda Harahap, S.E., M.M dan Ali Maksum, S.TP., M.P. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi terlebih dahulu untuk meningkatkan pemahaman anggota KWT Tunas Mulia mengenai pupuk organik untuk mendukung kegiatan budidaya melon yang menjadi prioritas utama berdasarkan program P2L. Kegiatan budidaya yang dilakukan oleh KWT Tunas Mulia nyatanya juga masih mengalami permasalahan seperti ketidaktahuan anggota KWT dalam membuat pupuk organik. Komponen pupuk menjadi komponen penting dalam starter tumbuh kembang tanaman khususnya sayuran dan buah melon yang dibudidayakan KWT Tunas Mulia. Namun walaupun begitu KWT Tunas mulia tetap bisa menghasilkan panen walaupun tidak optimal.


Ulfah menuturkan bahwa pembuatan pupuk organik sangat penting karena mendukung kesehatan tanah, konservasi sumber daya alam, dan pertanian berkelanjutan. Pupuk organik memberikan nutrisi secara bertahap, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan retensi air, dan merangsang aktivitas mikroorganisme tanah, yang semuanya penting untuk pertumbuhan tanaman yang sehat dan lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama membuat pupuk cair dan padat. Pupuk cair dibuat melalui proses berbagai macam bahan organik dengan fermentasi yang kemudian dilarutkan kedalam air agar menghasilkan cairan yang nantinya bisa disemprotkan maupun disiramkan ke tanah sedangkan pupuk padat menggunakan pengomposan atau fermentasi bahan organik sehingga hasilnya dalam bentuk padatan yang bisa dibenamkan ataupun ditaburkan ke tanah.


Ulfah menaruh harapan bahwa KWT Tunas Mulia dalam waktu ke depan bisa membuat secara mandiri baik pupuk padat maupun pupuk cair. Keduanya juga bisa diaplikasikan pada tanaman yang dibudidayakan sehingga lebih menghemat pupuk dibandingkan dengan membeli. Langkah-langkah pembuatan pupuk juga harus bisa ditularkan masyarakat setempat sehingga ilmu yang diberikan dapat memberikan manfaat lebih luas lagi. Ucapan terimakasih dihaturkan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Universitas Jenderal Soedirman.