Iklan

,

Bapanas Apresiasi Realisasi Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah

Jumat, 15 Maret 2024, 10.56 WIB Last Updated 2024-03-17T04:49:37Z


Kabar Nusantara - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengapresiasi keberhasilan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) membangun pabrik minyak makan merah pertama di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peresmian Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
"Setahun lalu, kita semua diundang ke sini untuk melihat secara langsung, sampai ada miniaturnya. Hari ini bisa terwujud. Ini tahu nggak kerennya apa, kerennya nanti petani itu yang menikmati. Kalau ini bentuknya koperasi dan Pak Teten (Menkop UKM) sudah siapkan. Jadi petani bisa menikmati keuntungannya, tidak hanya jual Tandan Buah Segar (TBS) saja," ujar Kepala Bapanas yang dikutip laman resmi Badan Pangan Nasional, Jumat (15/3/2024).
Pabrik minyak makan merah ini menjadi salah satu proyek percontohan. Presiden Joko Widodo pun telah mengajak masyarakat untuk mencoba menggunakan minyak makan merah ini karena lebih bergizi dan kaya nutrisi.
Pada kesempatan tersebut Arief juga mengatakan bahwa akan di bangun beberapa pabrik yang sama sehingga membuat harganya akan semakin baik.
Dirinya berpesan agar harga Minyak Makan Merah ini lebih murah dari minyak goreng sawit pada umumnya dan mengutamakan kandungannya.
"Pak Teten tadi sampaikan akan bangun 10 pabrik lagi. Nah kalau sudah seperti itu, berarti nanti minyak utamanya minyak makan, nanti harganya bisa semakin baik. Saya minta tolong juga agar ini nanti harganya (minyak makan merah) kalau boleh lebih murah dari MinyaKita. Lalu yang harus dijual adalah kelebihannya, yaitu kandungan vitamin A dan E yang lebih tinggi. Bapak Presiden tadi juga meyakini harga minyak makan merah bisa lebih murah daripada minyak goreng lain di pasaran, sehingga nanti bisa kompetitif. Setelah ini, kami di Badan Pangan Nasional tentunya bersama Perum Bulog dan ID FOOD, pokoknya Pak Teten (produksi) berapa saja, nanti kita bantu jualkan" ucap Kepala Bapanas Arief.
Kepala Bapanas Arief pun menambahkan kandungan dalam minyak makan merah ini sangat baik saat dikonsumsi. Ke depannya, pihaknya berencana membuka penjajakan dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terkait bantuan penanganan stunting.
"Tadi Bapak Presiden telah jelaskan kalau minyak makan merah ini banyak keunggulan. Mulai dari zat-zat nutrien yang tidak hilang saat menggoreng, sampai vitamin A dan E yang tinggi. Bahkan telah dicoba oleh para koki dan hasil masakannya jadi semakin enak dan bergizi. Ke depan, terkait bantuan penanganan stunting yang memang telah jadi program pemerintah melalui Bapanas sejak tahun lalu, nanti saya akan bicarakan dengan bapak Hasto Kepala BKKBN. Apalagi minyak makan merah ini sudah ada izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ini keren lho", ujar Arief.
Sebagaimana diketahui, bantuan pangan penanganan stunting akan dilaksanakan kembali di tahun ini oleh ID FOOD. Ini merupakan keberlangsungan implementasi program sejak tahun lalu. Bantuan pangan penanganan stunting menyasar kepada 1,4 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) menggunakan basis data KRS dari BKKBN. Paket bantuan pangan berupa daging ayam 1 kilogram dan telur 10 butir akan diberikan dalam 2 tahapan atau selama 6 bulan.
Sebagai informasi, dilansir dari data Badan Pangan Nasional bahwa minyak makan merah atau refined palm oil, merupakan inovasi turunan kelapa sawit untuk merespon kebutuhan minyak goreng dan pengentasan stunting. Salah satu produk dari crude palm oil (CPO) ini diperoleh setelah melalui proses penyulingan dan tidak mengalami proses penyulingan selanjutnya, sehingga warna minyak makan merah tidak seperti minyak goreng pada umumnya. Warna merah mencolok berasal dari kelapa sawit yang memang berwarna merah tua.
Sementara, Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau sendiri dibangun oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Pabrik ini menjadi pilot projects dengan pengembangan teknologi dirancang oleh PT Riset Perkebunan Nusantara dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebagai salah satu anak usaha PTPN.

sumber