Iklan

,

Pelaksanaan Preloved Pakaian sebagai Implementasi SDG Poin 12 dan 13 oleh Mahasiswa Akuntansi UNY

Kabar Nusantara
Minggu, 24 Mei 2026, 17.50 WIB Last Updated 2026-05-24T10:50:14Z


Kabar Nusantara - Yogyakarta, 21 Mei 2026. Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program “Perpanjang Siklus Pakai Pakaian Melalui Aksi Preloved untuk Reduksi Limbah Tekstil” pada 18-22 Mei 2026 di area sekitar Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk mendukung SDGs nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDGs nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim), melalui upaya nyata memperpanjang usia pakai pakaian dan mengurangi limbah tekstil.

Bentuk pelaksanaan program ini adalah penampungan pakaian bekas layak pakai untuk dijual kembali sebagai upaya mengurangi dampak negatif fast fashion terhadap lingkungan. Kegiatan ini disertai sosialisasi mengenai fast fashion mulai dari pola konsumsi pakaian yang berlebihan dan dampaknya terhadap lingkungan. Melalui program ini, peserta diajak untuk lebih bijak dalam membeli pakaian dan mendukung penggunaan pakaian secara berkelanjutan. Tema kegiatan yang diusung adalah, “CAMPUS CAPSULE WARDROBE: Perpanjang Siklus Pakai Pakaian Melalui Aksi Preloved untuk Reduksi Limbah Tekstil.” Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta yang berperan aktif dalam mendukung penggunaan pakaian secara berkelanjutan. 

Sebagai langkah nyata untuk merespons permasalahan tersebut, program ini diawali dengan riset minat dan kebiasaan belanja yang melibatkan 31 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY sebagai responden awal, di mana hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kebiasaan menyimpan pakaian yang sudah tidak muat atau membosankan, sekaligus mengkonfirmasi tingginya antusiasme mereka terhadap layanan penampungan pakaian layak pakai. Berangkat dari temuan tersebut, materi kegiatan difokuskan pada praktik langsung (real action) pengumpulan pakaian preloved untuk memperpanjang usia pakai pakaian dan mengedukasi sivitas akademika agar tidak langsung membuang produk fesyen. "Melalui inisiatif Campus Capsule Wardrobe ini, kami ingin mengubah kebiasaan konsumtif mahasiswa menjadi aksi nyata yang berdampak; bahwa pakaian yang menumpuk di lemari bukanlah sampah, melainkan barang bernilai yang siklus hidupnya masih bisa diperpanjang," ujar perwakilan penyelenggara kegiatan. Tingginya keterlibatan komunitas kampus dalam aksi ini memberikan dampak lingkungan yang sangat positif dan terukur. Secara khusus, inisiatif ini sangat relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya konkret pengurangan limbah tekstil akibat fast fashion, sekaligus berkontribusi pada SDGs nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dengan menekan jejak karbon dan emisi gas rumah kaca yang biasanya dihasilkan dari produksi pakaian baru secara massal. 

Program preloved ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pencapaian SDGs 12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Kelompok mahasiswa pelaksana berharap inisiatif ini dapat menjadi model gerakan pengurangan limbah tekstil yang berkelanjutan, sekaligus mendorong perubahan perilaku konsumsi fashion yang lebih bertanggung jawab di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas.

Penulis:
1. Vincentius Rafael C (25080130045)
2. Febriana Unenging T (25080130047)
3. Natasya Eka Saputri (25080130051)
4. Regita Indah P (25080130052)
5. Yulia Shinta Lestari (25080130059)
6. Farrel Julian Christian (25080130215)
Mahasiswa Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta

Dosen Pengampu: Dr. Trinstanti S.Pd., M.Pd.


LAMPIRAN